Kamis, 28 Februari 2019

BEASISWA S1 TURKI TDV TAHUN 2019 (FULL SCHOLARSHIPS)

Mine, [28.02.19 00:10] (Grup Telegram)

BEASISWA S1 TURKI TDV TAHUN 2019 (FULL SCHOLARSHIPS)
.
Selain Beasiswa SMA di Turki oleh Turkiye Diyanet Foundation (TDV), ada juga tawaran beasiswa S1 Turki. Program International Islamic Theology Undergraduate Diyanet Scholarships, ditawarkan bagi lulusan SMA/SMK/Sederajat untuk melanjutkan kuliah S1 di Turki.
.
Berbeda dengan Beasiswa YTB Turki yang menyediakan berbagai fakultas dan jurusan. Dalam Beasiswa S1 Turki oleh TDV, peserta hanya mempelajari mengenai Teologi Islam (Islamic Theology) yang meliputi: Ilmu Dasar Islam, Studi Agama dan Filosofi, serta Seni dan Sejarah Islam. Sebelum perkuliahan, peserta diwajibkan untuk mengikuti kelas bahasa Turki (TÖMER/ERSEM) terlebih dahulu selama setahun secara gratis.
.
CAKUPAN BEASISWA:
1. Gratis biaya perkuliahan hingga lulus termasuk kursus bahasa Turki (TÖMER) dan kursus bahasa Arab.
2. Tunjangan setiap bulan.
3. Tiket pesawat PP Indonesia-Turki setiap tahun.
4. Tempat tinggal berupa asrama dengan fasilitas makan 3x sehari, dsb.
5. Asuransi kesehatan.
6. Gratis camp musim panas dan musim dingin (berisi tambahan kursus bahasa Turki, bahasa Arab, termasuk kegiatan olahraga, renang, dan rekreasi lainnya)
7. Berbagai kegiatan lainnya, seperti: Studi Ekskursi pada situs bersejarah dan kota lainnya, Piknik dan berbagai aktivitas sosial, Konferensi, Simposium, Penelitian Akademik, dll.
.
PERSYARATAN:
1. Maksimal berusia 21 tahun.
.
2. Merupakan lulusan SMA/SMK/Sederajat atau pelajar kelas 12 dengan hasil akhir yang baik (minimal 70% dari nilai maksimal. Misal: nilai minimal 70 apabila standard nilai maksimal adalah 100).
.
3. Tidak pernah mengulang atau dikeluarkan dari sekolah.
.
4. Tidak pernah mendapatkan hukuman/Surat Peringatan (SP) dari sekolah.
.
BAGAIMANA CARA MENDAFTAR?
Ketik link berikut pada browser smartphone/laptop: 

.
ATAU
.
.
Ikuti langkah-langkah pendaftaran yang tertera pada link di atas.
.
DEADLINE: 31 MARET 2019
.
Ingin mendapatkan info beasiswa terbaru? Yuk hidupkan notifikasi (Turn On Post Notifications) @indbeasiswa.
.
Mention temanmu yang membutuhkan. Semoga bermanfaat.

#indbeasiswa #beasiswa #scholarship #beasiswa1 #beasiswakuliah #beasiswaturki #beasiswa2019


Info Beasiswa

Rif'an Ali Hafidz, [26.02.19 18:17]
*#Kampus S1 Dirosat Islamiyyah di Dalam Negeri#*
(Bagi Pemuda yang telah lulus SMA/sederajat dengan usia dibawah 25 Tahun)

Salah satu Kunci Penting nan utama dari menuntut ilmu pada tahapan hidupmu sekarang adalah, _Antum tidak menjadikan aktifitas "menunggu beasiswa Timur Tengah" sebagai aktifitas utama._

Seperti perkataan Salman al Farisi Radhiallahu anhu: _"Sesungguhnya Tempat tidak dapat menyucikan seseorang. (Tetapi) yang mensucikan adalah amal perbuatannya."_

Sebagai Lulusan dari Timur Tengah tidak secara otomatis membuat seseorang lebih faqih dan Bertaqwa daripada yang bukan darisana.

Selesaikan Hafalan Al qur'an dan pelajari bahasa Arab hingga engkau bisa membaca manuskrip keilmuan 'ulama salafush sholih. Sesungguhnya itu jauh lebih penting dari apapun.

*Pertanyaan dan Jawaban*
🔷 Bang, Jika ikhtiar mencari kampus di Timur Tengah sedang atau sudah dilakukan, namun kami butuh Informasi *Kampus* dengan *Jenjang S1*, konsep belajar *Hadir di Kelas/Tidak Online* dan memiliki keunggulan pangantar bahasa hanya *berbahasa Arab*, yang ada di Indonesia. Kampus mana yang direkomendasikan?

Lipia.

🔷 *Kenapa Lipia?*

Kualitas. Tanyakan kepada para asatidzah tempatmu menimba ilmu sekarang.

🔷 *Kapan Lipia dibuka? Beasiswa? Dimana Lokasinya?*

Mungkin sekitar Mei dan Juni, pantengin akun instigram @infolipia dan cek webnya di http://lipia.org/new/
Ya. Full Beasiswa.
Lokasi S1 (4 tahun) di Jakarta. Ada tiga prodi: Syari'ah, Ekonomi Islam dan Bahasa Arab. Mereka sedang memproses program studi keempat dan kelima yaitu, Manajemen Pendidikan Islam dan Tafsir/Qiro'at. Belum ada info kapan keduanya resmi dibuka.
Adapun persiapan bahasa (Idad Lughawi/Pra-S1, selama 2 tahun) dibuka pada kota Jakarta, Aceh, Medan, Surabaya dan Makassar.
Lipia adalah kampus Agama di bawah naungan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadh.

Qism Idad lughowi (persiapan bahasa) Lipia Jakarta, telah dibuka.

🔷 *Apa ada kampus lain di Indonesia, dengan Jenjang S1*, konsep belajar *Hadir di Kelas/Tidak Online* dan memiliki keunggulan pangantar bahasa hanya *berbahasa Arab* selain di Lipia?

Dengan keterbatasan wawasan yang ana punya, diurutkan secara acak:

STDI Imam Syafi'i Jember Jawa Timur
LINK PENDAFTARAN
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 30 Maret 2019)

STIBA Ar Raayah Sukabumi
https://www.arraayah.ac.id
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 30 Maret 2019)

STIBA Makassar, Sulawesi Selatan.
https://pmb.stiba.ac.id
(Pendaftaran dimulai 4 Maret 2019)

STAI As Sunnah, Medan
http://ar.assunnah.ac.id
(Pada 5 Februari 2019, Belum memasuki masa pendaftaran)

STIQ Zad Cianjur, Jawa Barat
https://zadalinsaniyyah.or.id/pmb-zad/
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 10 Mei 2019)


STAI Ali bin Abi Thalib, Surabaya
http://stai-ali.ac.id
(Pada 5 Februari 2019, Belum memasuki masa pendaftaran)


Ma'had di bawah naungan *Yayasan AMCF di Indonesia.*
http://amcf.or.id/index.php/main/view/192/lembaga_bahasa_arab_dan_studi_islam_2
Yang dalam hal ini, Program S1 dengan pengantar pembelajaran full *Berbahasa Arab* adalah program studi S1 _Ahwal Syakhsiyyah_ kampus Sidoarjo dan Makassar.
(Pendaftaran sedang berlangsung, Tenggat waktu bervariasi)


Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani, Jogjakarta.
https://stitmadani.ac.id/2018/12/21/pendaftaran-mahasiswa-baru-stitma-sekolah-tinggi-ilmu-tarbiyah-madani-yogyakarta-2019-2020/
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 15 Juni 2019)

STIU Dirosat Islamiyyah Al Hikmah, Jakarta
http://www.stiualhikmah.ac.id
(Pada 5 Februari 2019, Belum memasuki masa pendaftaran)

Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM)
https://www.wadimubarak.net
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 15 Juni 2019)

Ma’had Aly Imam Bukhari, Surakarta. (Setingkat S1 Khusus Putri) info: 085780789035 dan 087785539139
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 17 Maret 2019)

Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur'an Isy Karima, Karanganyar Jawa Tengah
http://pmb.stiqisykarima.ac.id/pmb/
(Pendaftaran sedang berlangsung,

Rif'an Ali Hafidz, [26.02.19 18:17]
tenggat waktu 17 Maret 2019)

Mahad Aisyah bin Abu Bakar Li Ad Dakwah
Tamansari Bogor, Jawa Barat.
www.stisaisyah.id
(Khusus S1 Akhwat, Pendaftaran sedang berlangsung)

Mahad Al Wafa Putri Bogor Jawa Barat
www.alwafa.or.id
(Khusus S1 Akhwat, pendaftaran sedang berlangsung)

_Dan mungkin masih banyak kampus lainnya._

🔷 *Apakah kampus-kampus ini mengajarkan pendidikan Islam sesuai pemahaman Ahlus sunnah?*

Ya. Insya Allah.

🔷 *Seperti apa manhajnya?*

Konsultasikan masing-masing kepada Para Asatidzah tempat antum menimba ilmu sekarang.

🔷 *Apakah ada beasiswa di sana?*
Silahkan dicek satu-satu di webnya. :9
Kuantitas Pembayarann biasanya bermaksud meningkatkan mutu kualitas pengajaran.
Mereka memiliki sistem pembayaran semester dan beasiswa masing-masing.

🔷 *Kenapa bahasa pengantar full dengan bahasa arab sangat penting dalam kriteria memilih kampus?*

🤗
Hmm.... kenapa ya? 🤭

*Sudah bulan Februari, Selamat Berburu Kampus-Kampus Syar'i terbaik pilihanmu.* 🙂

_Wallahu'alam bishowab_

Rabu, 25 Juli 2018

MEMAHAMI, MENCEGAH dan MENGOBATI PENYAKIT AIN


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu, Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Ain (mata jahat) itu benar-benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qodar,maka akan didahului oleh ain.Apabila kamu diminta untuk mandi maka mandilah. (hadist riwayat Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Dari Aisyah rodhiyallohu anha,Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :Mintalah kalian perlindungan kepada Alloh dari ain (mata jahat) karena sesungguhnya ain itu haq (benar) (HR ibnu Majah)

Apakah penyakit ain itu?

Penyakit ‘Ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata,yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya.

Dari Amir bin Robi’ah rodhiyallohu anhu :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

‘Ain dapat terjadi meskipun tanpa kesengajaan pelakunya

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat. Sahabat-sahabat kami dari kalangan ahli fiqh menyatakan, :Sesungguhnya bila diketahui ada orang yang melakukan hal itu, maka penguasa kaum muslimin harus memenjarakannya, lalu dipenuhi seluruh kebutuhannya hingga akhir hayat.”

Namun terkadang pengaruh buruk ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shollallohu alaihi wa sallam, padahal hati mereka terkenal bersih,tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ain ini dapat terjadi diantara mereka.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّهُ قَالَرَأَى عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ سَهْلَ بْنَ حُنَيْفٍ يَغْتَسِلُ فَقَالَ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلَا جِلْدَ مُخْبَأَةٍ فَلُبِطَ سَهْلٌ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامِرًا فَتَغَيَّظَ عَلَيْهِ وَقَالَ عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ أَلَّا بَرَّكْتَ اغْتَسِلْ لَهُ فَغَسَلَ عَامِرٌ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمِرْفَقَيْهِ وَرُكْبَتَيْهِ وَأَطْرَافَ رِجْلَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ فِي قَدَحٍ ثُمَّ صُبَّ عَلَيْهِ فَرَاحَ مَعَ النَّاسِ

Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, dia berkata bahwa Amir bin Robi’ah melihat Sahl bin Hunaif sedang mandi, lalu berkatalah Amir : ‘Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini” Maka terpelantinglah Sahl. Kemudian Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam mendatangi Amir. Dengan marah beliau berkata :”Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (kepada yang kau lihat)? Mandilah untuknya!Maka Amir mandi dengan menggunakan suatu wadah air, dia mencuci wajahnya,dua tangan,kedua siku,kedua lutut,ujung-ujung kakinya,dan bagian dalam sarungnya. Kemudian air bekas mandinya itu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan berlalulah bersama manusia. (HR Malik dalam Al-Muwaththo 2/938, Ibnu Majah 3509, dishahihkan oleh Ibnu Hibban 1424. Sanadnya shohih,para perawinya terpercaya,lihad Zadul Ma’ad tahqiq Syu’aib al-Arnauth dan Abdul Qodir al-Arnauth 4/150 cetakan tahun 1424 H)

Jenis-jenis ‘Ain

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis :’ain insi (‘ain berunsur manusia) dan ‘ain jinni (‘ain berunsur jin).

Diriwayatkan dengan shahih dari Ummu Salamah bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata,”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain. (Dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim,Al-Hakim,Abu Nu’aim dan Al-Isma’ili dalam Mustakhroj-nya serta Ath-Thobroni)

Al-Husain bin Mas’ud Al-Farro berkata :Adapun sabda beliau “sa’fatun(kusam) bermakna “Nadzrotun” (terkena ‘ain dari unsur jin).

Tanda-tanda Anak/bayi terkena ‘ain

Bayi yang baru lahir dan anak-anak sangat rentan terkena penyakit ‘ain. Apalagi kalau bayi/anak itu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki bayi/anak yang lain, seperti kelucuannya,rupanya yang manis ,kesehatannya, dan lain-lain yang mengundang perhatian siapa saja yang melihatnya.

Adapun diantara tanda-tanda anak yang terkena pengaruh buruk ‘ain adalah :

1.Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung henti,kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِيٍّ يَبْكِي فَقَالَ مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِي فَهَلَّا اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنْ الْعَيْنِ

Aisyah rodhiyallohu anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis?Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)


2. Kondisi tubuh yang sangat kurus kering

عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِرَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِآلِ حَزْمٍ فِي رُقْيَةِ الْحَيَّةِ وَقَالَ لِأَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ مَا لِي أَرَى أَجْسَامَ بَنِي أَخِي ضَارِعَةً تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ قَالَتْ لَا وَلَكِنْ الْعَيْنُ تُسْرِعُ إِلَيْهِمْ قَالَ ارْقِيهِمْ

Dari Jabir rodhiyallohu anhu bahwa Rosulullohshollallohu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais,”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau,”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka! (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi)

Sunnah bagi orang yang memandang takjub terhadap sesuatu :

Seperti yang telah dijelaskan di atas,bahwa penyakit ‘ain tidak hanya disebabkan oleh orang yang iri dan dengki terhadap sesuatu yang dipandangnya. Bahkan setiap mata yang memandang takjub terhadap sesuatu dengan izin Alloh juga bisa menyebabkan pengaruh buruk ‘ain walaupun orang tersebut tidak bermaksud menimpakan ‘ain. Bahkan ini terjadi pada para sahabat Nabi yang sudah terkenal akan kebersihan hati mereka.

Adapun diantara sunnah ketika seseorang memandang takjub terhadap sesuatu adalah :

1. Medoakan keberkahan pada apa yang dilihatnya

Dari Amir bin Robi’ah rodhiyallohu anhu :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).


Di antara cara mendoakan keberkahan terhada apa yang dilihatnya adalah :

بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ

‘Ya Alloh Semoga Alloh memberikan berkah padanya”

اللَّهُمَّ بَارِكْعَلَيْهِ

“Ya Alloh berkahilah atasnya”

اللَّهُمَّ بَارِكْلَهُ

“Ya Alloh berkahilah baginya”


2. Hendaklah mengucapkan :

مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Sungguh atas kehendak Allohlah semua ini terwujud”


Hal ini didasari firman Alloh dalam surat Al-Kahfi ayat 39. Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan :”Ketika engkau masuk suatu kebun dan kau merasa takjub akan keindahannya,mengapa engkau tidak memuji Alloh atas nikmat yang telah diberikan kepadamu seperti nikmat harta dan anak keturunan yang tidak diberikan kepada selain engkau dan mengapa kamu tidak mengucapkan masya’Alloh la quwwata illa billah.

Upaya-upaya orang tua untuk mengantisipasi anak dari ‘Ain:

1. Hendaklah orang tua membiasakan diri mereka membentengi anak-anaknya dari bahaya ‘ain dengan ruqyah-ruqyah (bacaan-bacaan) yang diajarkan dalam Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabishollallohu alaihi wa sallam memohon perlindungan Alloh untuk Hasan dan Husain dengan doa :

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Aku berlindung kepada Alloh untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat. (HR Abu Daud)

2. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim dalam zadul ma’ad 4/159, hendaknya para orang tua tidak menampakkan suatu kelebihan yang menakjubkan yang dimiliki anak-anaknya yang dikhawatirkan akan mengundang rasa iri atau kedengkian orang yang melihatnya. Lalu Ibnu qoyyim menukil atsar dari Imam Baghowi bahwasanya pernah suatu ketika Utsman bin Affan rodhiyallohu anhu melihat seorang anak kecil yang sangat elok rupanya lagi menawan, kemudian Ustman berkata, “Tutupilah (jangan ditampakkan) lubang dagu (yang membuat orang takjub) pada anak itu.” Maka keadaan seperti itu sangat dikhawatirkan akan terjadinya pengaruh buruk ‘ain. Lebih-lebih kalau ada orang yang terkenal mempunyai sifat iri dan dengki.

3. Hendaklah para orang tua tidak berlebihan menceritakan kelebihan-kelebihan atau kebaikan-kebaikan anaknya yang tidak dimiliki anak-anak lain, sehingga mengundang rasa iri dan dengkii siapa saja yang mendengarnya,kemudian berusaha melihatnya,hingga Alloh menakdirkan terjadinya pengaruh buruk ‘Ain tersebut.

Upaya-upaya orang tua bila anak sudah terkena pengaruh buruk ‘Ain :

1. Jika pelakunya diketahui, maka hendaklah orang itu diperintahkan untuk mandi, kemudian orang yang terkena pengaruh mata itu mandi dengan bekas air mandi orang itu. Hal ini sebagaimana kisah sahabatnabi shollallohu alaihi wa sallam Sahl bin Hunaifrodhiyallohu anhu dalam hadits yang telah lalu,bahwa nabi shollallohu alaihi wa sallam memerintahkan Amir bin robi’ah rodhiyallohu anhu untuk mandi dan sisa air mandinya diguyurkan pada Sahl bin Hunaifrodhiyallohu anhu.

At-Tirmidzi menjelaskan :”Pelaku ‘ain diperintahkan untuk mandi dengan menggunakan air dalam baskom. Lalu meletakkan telapak tangannya di mulut dan berkumur-kumur,lalu disemburkan ke dalam baskom tersebut. Baru setelah itu membasuh wajahnya dengan air dalam baskom tersebut,lalu memasukkan tangan kirinya dan mengguyurkan air ke lutut kanannya dengan air baskom tersebut.Kemudian memasukkan tangan kanannya dan menyiramkan air baskom itu ke lutut kirinya.Baru kemudian membasuh tubuh di balik kain, namun baskom itu tidak usah diletakkan di atas tanah atau lantai.Setelah itu sisa air diguyurkan ke kepala orang yang terkena ‘ain dari arah belakang satu kali guyuran.


2. Memperbanyak membaca “Qul Huwallohu Ahad” (suratal-Ikhlas),Al-Muawwidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas),al-Fatihah,ayat kursi,bagian penutup surat al-Baqoroh (dua ayat terakhir),dan mendoakan dengan doa-doa yang disyariatkan dalam ruqyah

3. Membaca doa :

بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

“Dengan menyebut Nama Alloh,aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki.Mudah-mudahan Alloh subhanahu wa ta’ala menyembuhkanmu.Dengan menyebut Nama Alloh,aku mengobatimu dengan meruqyahmu.” (HR.Muslim no.2186 (40),dari Abu Said rodhiyallohu anhu)

Atau

بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ

“Dengan menyebut nama Alloh,mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu dari segala penyakit,mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu,melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat.” (HR. Muslim no. 2185 (39), dari Aisyahrhodiyallohu anha)

Ini adalah doa yang dibacakan malaikat Jibril kepada Nabi shollallohu alaihi wa sallam ketika mendapat gangguan syetan.

4. Membacakan pada air (dengan bacaan –bacaan ruqyah yang syar’i) disertai tiupan, dan kemudian meminumkan pada penderita,dan sisanya disiramkan ke tubuhnya. Hal itu pernah dilakukan Rosulullohshollallhu alaihi wa sallam kepada Tsabit bin Qois. (HR. Abu Daud no. 3885)

5. Dibacakan (bacaan) pada minyak dan kemudian minyak itu dibalurkan. (HR Ahmad III/497,lihat silsilah al-Ahaadits as-Shohihah :397). Jika bacaan itu dibacakan pada air zam-zam,maka yang demikian itu lebih sempurna jika air zam-zam itu mudah diperoleh atau kalau tidak,boleh juga dengan air hujan.

Maroji:

- Metode Pengobatan Nabi shollallohu alaihi wa sallam, Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah

- Doa dan Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah,Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas

- Majalah al-Furqon edisi 4 tahun V Dzulqo’dah 1426 Desember 2005, Artikel oleh Ust. Abu Ibrohim Muhammad Ali
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Ruqyah itu mudah dan menyenangkan
Silahkan kunjungi fanpage FB kami di Quantum Quranic Healing Centre